Thursday, July 23, 2026
HomeEkonomiBisnis Retail & UMKM: Pendorong Utama Lonjakan Logistik

Bisnis Retail & UMKM: Pendorong Utama Lonjakan Logistik

Lonjakan Permintaan Pengiriman Jarak Jauh

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara pelaku usaha mengelola distribusi barang. Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan pengiriman yang lebih cepat, layanan logistik berbasis aplikasi kini semakin banyak dimanfaatkan untuk mendukung operasional bisnis lintas wilayah.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan pengiriman jarak jauh yang dinilai lebih praktis dan fleksibel, terutama bagi pelaku usaha retail dan wholesale. Selain mempermudah distribusi barang, digitalisasi logistik juga membantu bisnis menekan biaya operasional tanpa perlu menambah armada kendaraan sendiri.

Perkembangan Layanan Pengiriman

Salah satunya, Lalamove Indonesia, mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47 persen secara tahunan (year-on-year) pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi antar wilayah seiring mobilitas bisnis yang semakin tinggi.

Aktivitas Distribusi dan Penggunaan Layanan Logistik

Perusahaan menyebut layanan pengiriman jarak jauh kini menjadi salah satu solusi logistik yang banyak digunakan pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penggunaan layanan ini dinilai mampu mengurangi beban biaya seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pengelolaan armada internal.

Menurut Andito B. Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia, pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang, tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien.

Tingginya Aktivitas Distribusi dan Kebutuhan Logistik

Berdasarkan data internal perusahaan, mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50–80 kilometer dengan kontribusi sebesar 78 persen dari total pengiriman. Sementara pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9 persen dan pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13 persen.

Rute pengiriman yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas distribusi di jalur tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan logistik di kawasan penyangga kota besar dan pusat ekonomi.

Perkembangan aktivitas perdagangan serta UMKM di berbagai daerah juga mendorong meningkatnya kebutuhan distribusi cepat antar wilayah. Kondisi ini membuat layanan logistik berbasis digital semakin dibutuhkan untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan pengiriman barang.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer