Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah mengambil tindakan hukum terhadap seorang warga Texas bernama Nathan Fuller atas dugaan penipuan investasi kripto senilai US$ 12,3 juta. Fuller diduga menggunakan sebagian besar dana yang terhimpun untuk kepentingan pribadi dan membayar investor lama dalam skema yang menyerupai Ponzi.
Skema Penipuan Berbasis Kecerdasan Buatan
Menurut informasi dari Coinmarketcap, Fuller diduga menawarkan skema perdagangan aset kripto berbasis kecerdasan buatan kepada sekitar 150 investor antara Oktober 2022 hingga pertengahan 2024. Dua perusahaannya, yaitu Privvy Investments LLC dan Gateway Digital Investments, digunakan untuk mengumpulkan dana.
SEC menduga Fuller mempromosikan bot perdagangan kripto berbasis AI yang katanya bisa menghasilkan keuntungan secara konsisten. Namun, pada kenyataannya, sistem AI tersebut tidak pernah terbukti ada. Hanya sekitar 3% dari total dana investor yang digunakan untuk membeli aset kripto, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi dan pembayaran fiktif kepada investor lama.
Dugaan Penggelapan Dana
Gugatan SEC mengungkap bahwa sekitar US$ 6,2 juta dari total dana diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fuller, sementara US$ 5,5 juta lainnya disalurkan untuk membayar investor lama dengan uang dari investor baru. Hal ini menciptakan ilusi bahwa investasi ini menghasilkan keuntungan, padahal transaksi sebenarnya dilakukan tanpa melibatkan bot AI dan tidak memberikan keuntungan.

