Thursday, July 23, 2026
HomeBeritaPemerintah Donald Trump Rencanakan Pengambilalihan Saham di OpenAI

Pemerintah Donald Trump Rencanakan Pengambilalihan Saham di OpenAI

Trump Bahas Kemitraan dengan Perusahaan AI

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan rencananya untuk bekerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan (AI) guna memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat AS. Dalam pernyataannya, Trump tidak menyebut perusahaan secara spesifik, namun laporan menunjukkan bahwa OpenAI menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam pembahasan tersebut.

Rencana Kepemilikan Pemerintah di OpenAI

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan kepemilikan saham di OpenAI, pengembang di balik ChatGPT, chatbot AI yang populer. Sebagian saham yang diperoleh pemerintah dapat diarahkan untuk membentuk “Public Wealth Fund” yang akan mendistribusikan keuntungan kepada warga negara AS. Tujuannya adalah untuk memastikan lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari kemajuan industri AI tanpa terkendala dari faktor finansial.

Trump juga berbicara mengenai kemungkinan sebagian kepemilikan perusahaan AI dialihkan kepada masyarakat AS, sehingga mereka menjadi mitra dalam perkembangan teknologi tersebut. Upaya ini sejalan dengan gagasan yang telah lama didiskusikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, tentang kemitraan antara pemerintah dan perusahaan AI.

Respons Terhadap Gagasan Kepemilikan Publik

Gagasan tentang kepemilikan pemerintah di perusahaan AI telah memunculkan berbagai respons dari berbagai kalangan. Senator Bernie Sanders, misalnya, mengusulkan pajak 50 persen terhadap perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI, yang akan dibayar dalam bentuk saham perusahaan.

Namun, tidak semua pihak mendukung gagasan ini. Investor dan pakar teknologi, David Sacks, menyatakan keprihatinannya bahwa langkah semacam itu dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan korporasi, menandakan perlunya keseimbangan dalam penentuan kepemilikan saham perusahaan AI.

Dalam menghadapi berbagai tanggapan, termasuk dari mantan karyawan perusahaan teknologi ternama, perlu waktu untuk melihat bagaimana rencana Trump mengenai kemitraan publik dalam perusahaan AI akan berkembang ke depannya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer