Friday, July 17, 2026
HomeCryptoIREN Akuisisi Pengembang Pusat Data Bitcoin: Peluang Baru untuk Pertambangan

IREN Akuisisi Pengembang Pusat Data Bitcoin: Peluang Baru untuk Pertambangan

Spanyol Masuk Radar Penambang Bitcoin dengan Kehadiran IREN

Penambang Bitcoin IREN Akuisisi Pengembang Pusat Data Spanyol

Penambang bitcoin (BTC) IREN telah menyelesaikan akuisisi pengembang pusat data di Spanyol, Nostrum Group. Langkah IREN menandai masuknya perusahaan ke Eropa seiring pengembangan bisnis cloud kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

IREN menyebutkan, akuisisi itu menambah sekitar 490 megawatt data yang terhubung ke jaringan listrik di Spanyol. Kesepakatan ini memperluas portofolio daya global IREN menjadi sekitar 5 gigawatt, dengan kapasitas Spanyol mewakili sekitar 10% dari total kapasitas.

Eropa: Pasar Potensial Bagi Perusahaan Penambang Bitcoin

Pendiri dan CEO IREN Daniel Roberts menuturkan, Spanyol menawarkan kombinasi energi terbarukan dan konektivitas serat optik. Ini memberikan perusahaan melayani permintaan infrastruktur AI yang terus meningkat di Eropa.

“Eropa adalah salah satu pasar terbesar dan tercepat pertumbuhannya untuk infrastruktur AI, dan Spanyol adalah salah satu titik masuk yang paling menarik,” ujar Roberts.

Akuisisi ini merupakan bagian dari upaya IREN untuk mengembangkan layanan cloud AI, yang dapat memberikan pendapatan berbasis kontrak yang lebih dapat diprediksi. Hal ini karena meningkatnya kesulitan penambangan dan volatilitas harga bitcoin (BTC) menekan bisnis penambangan kripto.

Langkah ini juga menyelaraskan IREN dengan tren yang lebih luas di antara penambang Bitcoin yang membangun infrastruktur AI di Eropa. HIVE Digital telah mengkonversi sebagian fasilitasnya di Swedia untuk komputasi AI, sementara Bitdeer sedang mengembangkan kapasitas pusat data AI di Norwegia.

Menurut hasil IREN untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret, penambangan Bitcoin tetap menjadi sumber pendapatan terbesarnya. Perusahaan melaporkan pendapatan penambangan sebesar US$ 111,2 juta atau Rp 1,96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.700), dibandingkan dengan US$ 33,6 juta atau Rp 594,83 miliar dari layanan cloud AI-nya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer