Menteri Airlangga Turunkan Suku Bunga PNM Mekaar Menjadi 8 Persen
Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menjadi 8 persen. Hal ini berlaku untuk semua nasabah PNM Mekaar tanpa terkecuali. Airlangga menyatakan bahwa seluruh nasabah, termasuk yang saat ini masih dikenakan bunga lebih tinggi, akan mengalami penyesuaian suku bunga.
Insentif Kendaraan Listrik Belum Jelas, Fokus pada Mobil Nasional
Menyusul penurunan suku bunga tersebut, Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan program kendaraan listrik nasional. Komentar mengenai insentif untuk kendaraan listrik yang tertunda, dijawab dengan fokus pemerintah pada program mobil nasional.
PNM Mekaar merupakan layanan pinjaman modal usaha tanpa agunan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dengan dukungan dari BRI Group. Layanan ini diperuntukkan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan dari keluarga prasejahtera yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank.
Kebijakan BI Rate Naik, Bunga FLPP Tetap 5 Persen
Meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan, Kementerian PKP memastikan bahwa bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap 5 persen hingga akhir tenor. Airlangga menekankan bahwa implementasi kebijakan penurunan suku bunga PNM Mekaar masih menunggu peraturan resmi dari Kementerian Keuangan. Diharapkan kebijakan ini dapat diterapkan dalam beberapa bulan ke depan tanpa perubahan persyaratan penerima pembiayaan, hanya penyesuaian tingkat suku bunga.
Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar dari 18-25 persen menjadi 8 persen. Subsidi sekitar 10 persen diberikan untuk menurunkan bunga pinjaman bagi 10-15 juta nasabah PNM Mekaar. Hal ini sebagai bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi untuk pelaku usaha ultra mikro. Ke depan, Mekar, perusahaan pembiayaan digital, akan terus mengembangkan ekosistem terintegrasi untuk mendukung sektor produktif di masa yang akan datang.

