Thursday, July 23, 2026
HomeEkonomiPurbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Melebar: Dampak Pada PDB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Melebar: Dampak Pada PDB

Purbaya Ramalkan Defisit APBN 2026 Lebih Besar dari Target

Pada Selasa, 7 Juli 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan bahwa defisit APBN Indonesia di akhir tahun anggaran 2026 akan melebar menjadi Rp 734,3 triliun, atau 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.

Pelebaran Defisit Dipengaruhi Penyaluran Belanja Negara

Purbaya menyampaikan proyeksi ini dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Faktor utama yang mempengaruhi pelebaran defisit APBN adalah progres penyaluran belanja negara yang diperkirakan akan melampaui target yang telah ditetapkan.

Belanja negara diproyeksikan mencapai Rp 3.942,4 triliun, melebihi target awal sebesar Rp 3.842,7 triliun. Purbaya menjelaskan bahwa percepatan belanja terbesar terjadi pada belanja pemerintah pusat yang diperkirakan akan mencapai Rp 3.245,5 triliun pada akhir tahun.

Pendapatan Negara Juga Berpotensi Melampaui Target

Selain belanja negara, pendapatan negara juga diperkirakan melampaui target yang telah ditetapkan dalam APBN 2026. Penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp 2.631,4 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan akan mencapai Rp 575,1 triliun.

Dengan proyeksi tersebut, keseimbangan primer APBN 2026 diperkirakan akan mengalami defisit sebesar Rp 152,1 triliun, melebihi target awal sebesar Rp 89,7 triliun. Purbaya menegaskan bahwa defisit anggaran ini tidak akan mengarahkan ekonomi Indonesia ke krisis dan menjamin daya tahan ekonomi tetap kuat.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer