Mentan Amran Sebut Fitnah Isu Pembelian Tanah Rp100 Ribu per Hektare di Papua
Pada hari Minggu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa isu pembelian tanah masyarakat Papua dengan harga Rp 100 ribu per hektare adalah fitnah yang tidak benar. Mentan menegaskan bahwa lahan pertanian tetap menjadi milik masyarakat Papua.
Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Bertambah
Jumlah korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Biak meningkat menjadi 9 tewas dan 6 luka. Mentan menegaskan bahwa isu seputar harga tanah di Papua adalah salah dan merupakan fitnah yang merugikan pemerintah dalam menjalankan program-program pertanian.
KPK Minta Pemerintah Pisahkan Rekening Dana Otsus Papua
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah untuk memisahkan rekening dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya korupsi yang merugikan masyarakat Papua.
Amran menegaskan hal ini dalam acara Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ia menjelaskan bahwa program pengembangan lahan pertanian di Papua tidak melibatkan pengambilalihan tanah masyarakat, melainkan pembangunan lahan sawah yang tetap menjadi milik masyarakat setempat.
Heboh Video Mama-Mama Papua Diduga Disiksa
Pemberitaan tentang dugaan penyiksaan terhadap mama-mama Papua dalam sebuah video menjadi perhatian. Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan untuk menangani kasus ini. Dalam dialog dengan delegasi IPM, Mentan menjelaskan bahwa pembangunan lahan pertanian di Papua dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Mentan menambahkan bahwa pemerintah juga menyediakan bantuan berupa alat mesin pertanian, infrastruktur irigasi, dan dukungan untuk pengembangan komoditas lokal. Seluruh program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Papua.

