Seorang mahasiswi di salah satu kampus negeri di Surakarta, berinisial E, menjadi korban konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake AI. Kejadian ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Awal Mula Kasus
Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, menjelaskan bahwa wajah korban telah dimanipulasi dan disisipkan ke dalam tubuh perempuan lain dalam keadaan tanpa busana. Foto tersebut kemudian disebarluaskan melalui berbagai akun media sosial termasuk Telegram.
Menurut Zaenal, kasus ini terungkap setelah korban didekati oleh akun Instagram dengan nama Kelas Dunia Digital pada 1 Januari 2026. Akun tersebut mencoba menjalin hubungan dengan korban namun tidak mendapat respons yang positif.
Ancaman dan Penyebaran
Setelah beberapa hari, muncul akun Instagram lain yang mulai mengunggah konten pornografi yang telah dimanipulasi dengan wajah korban. Akun tersebut juga menghubungi korban langsung. Bahkan, kemudian ada akun ketiga yang memberi tahu korban tentang penyebaran konten tidak senonoh di Telegram.
Zaenal mencurigai bahwa foto dan video hasil manipulasi AI tersebut berasal dari sebuah akun di Telegram yang masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Dampak Psikologis yang Berat
Dampak dari kejadian ini membuat korban mengalami stres dan trauma berat. Hal ini semakin diperparah dengan penyebaran konten tersebut di media sosial. Hingga saat ini, korban masih mengalami dampak psikologis yang signifikan akibat peristiwa tersebut.
Selain korban, setidaknya tujuh perempuan lain juga menjadi korban dengan modus yang serupa. Para korban rata-rata adalah mahasiswi yang berkuliah di daerah Semarang dan Solo.
Korban-korban ini saling mengenal karena sebagian besar pernah bersekolah di SMA yang sama. Hal ini menjadi petunjuk penting dalam proses penyelidikan kasus ini.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini untuk mengungkap pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum.

