Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Audit Ulang Dana Program Penurunan Stunting di Mandailing Natal
Tokoh Pemuda Sumatera Utara, Misron Saidi atau Ade Batubara, meminta Plt. Kepala Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Munawar, SH., MH, untuk melakukan audit ulang menyeluruh terhadap penggunaan anggaran Program Percepatan Penurunan Stunting di daerah tersebut. Anggaran yang harus diaudit diperkirakan mencapai Rp103 miliar.
Transparansi dan Akuntabilitas Penggunaan Anggaran
Ade Batubara menyatakan desakannya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana negara yang diperuntukkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting. Menurutnya, audit ulang harus dilakukan secara obyektif, profesional, dan terbuka agar semua pengeluaran anggaran dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Permintaan audit ulang ini juga merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan tentang efektivitas penggunaan dana stunting. Sebelumnya, persoalan ini sudah menjadi perhatian DPRD Mandailing Natal, lembaga pengawas, dan aparat penegak hukum.
Pentingnya Pengawasan Terhadap Dana Kesehatan
Ade Batubara mengaitkan kebutuhan akan pengawasan ini dengan desakan sebelumnya terhadap audit mendalam terhadap Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2024–2025 dan pemeriksaan langsung terhadap layanan di semua Puskesmas di Mandailing Natal. Menurutnya, pengawasan terhadap sektor kesehatan harus meliputi pemantauan langsung terhadap pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Audit ulang yang diminta oleh Ade Batubara bukanlah menuduh pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan keuangan negara sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Harapannya, hasil audit tersebut nantinya dapat dipublikasikan secara terbuka. Hal ini akan menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran berjalan sesuai ketentuan atau sebaliknya, jika terdapat indikasi pelanggaran yang merugikan keuangan negara, proses selanjutnya harus dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Meskipun audit ulang ini berpotensi menemukan ketidakberesan, Ade Batubara menekankan bahwa program penanganan stunting sangat penting untuk masa depan anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, transparansi dalam pengelolaan anggaran perlu dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan tetap terjaga.

