Saturday, September 12, 2026
HomeCryptoNapi AS Penipuan Kripto Lansia dari Penjara

Napi AS Penipuan Kripto Lansia dari Penjara

Penipuan dengan modus baru terus mengancam masyarakat, termasuk di Florida. Baru-baru ini, dua tersangka wanita dari Georgia terlibat dalam kasus penipuan yang melibatkan jumlah uang yang cukup besar. Christina Rimes dari Morven, Georgia, dilaporkan terlibat dalam pencurian sebesar US$ 17.000 dari seorang korban di Daytona Beach. Sementara Lakesha Heard diekstradisi ke Volusia County setelah diduga menipu warga lain sebesar US$ 9.300 melalui ATM Bitcoin.

Caller ID Spoofing: Modus Penipuan Baru

Caller ID spoofing adalah salah satu teknik penipuan yang semakin populer digunakan oleh para penipu. Mereka menggunakan teknik ini untuk menampilkan informasi palsu pada layar ponsel penerima sehingga panggilan terlihat berasal dari sumber yang terpercaya atau orang yang dikenal. Hal ini membuat para korban cenderung untuk menjawab panggilan tersebut.

Peringatan dari Otoritas Florida

Pihak berwenang di Florida mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang semakin bervariasi. Mereka menegaskan bahwa lembaga pemerintah tidak akan pernah menagih denda atau biaya melalui panggilan telepon atau cryptocurrency seperti Bitcoin. Selain itu, aparat penegak hukum tidak akan mengancam penangkapan secara langsung atau meminta pembayaran melalui kartu hadiah, aset digital, atau transfer uang.

Pada tanggal 10 Agustus, Marion County Clerk of Court and Comptroller juga memberikan peringatan serupa kepada warga. Mereka menyatakan bahwa petugas tidak akan pernah melakukan panggilan terlebih dahulu untuk menagih pembayaran secara tidak langsung.

Federal Trade Commission (FTC) pun turut memberikan peringatan kepada masyarakat. Mereka menegaskan bahwa aparat penegak hukum yang sah tidak akan mengirim surat perintah melalui pesan singkat, mengancam penangkapan, atau meminta metode pembayaran yang tidak lazim.

Penyalahgunaan ATM Bitcoin dalam Penipuan

ATM Bitcoin kini menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku penipuan untuk menerima pembayaran hasil kejahatan sekaligus mencuci dana. FBI mencatat adanya rekor kerugian akibat penipuan melalui ATM Bitcoin pada tahun 2025, mencapai total US$ 333,5 juta yang merugikan lebih dari 10.000 korban. Warga lanjut usia umumnya menjadi korban utama dalam kasus ini.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa negara bagian di Amerika Serikat mulai menerapkan aturan baru terkait penggunaan ATM kripto. Di Louisiana, mereka mewajibkan pemasangan peringatan di ATM kripto, membatasi setoran hingga US$ 3.000 per hari, serta menerapkan masa penahanan dana selama 72 jam. Harapannya, aturan ini dapat memberikan waktu bagi calon korban untuk menyadari adanya potensi penipuan dan berupaya untuk mengembalikan dana yang telah hilang.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer