Pergerakan Harga Kripto Bitcoin dan Ethereum: Investor Waspada terhadap Sentimen Pasar Global
Pada 10 September 2026, harga kripto masih menunjukkan dinamika yang menarik perhatian investor. Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar US$ 78.033 atau sekitar Rp 1,36 miliar, dengan penurunan 1,09% dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam satu minggu, Bitcoin mengalami kenaikan tipis sebesar 0,99%. Sementara Ethereum diperdagangkan sekitar US$ 2.461 atau sekitar Rp 43,13 juta, mengalami koreksi 1,42% dalam 24 jam terakhir, tetapi menguat 3,04% dalam seminggu.
Investor Perhatikan Sentimen Pasar
Pergerakan harga kripto yang dinamis ini membuat investor perlu waspada terhadap berbagai sentimen pasar global. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime, menekankan pentingnya memperhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga aset kripto.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), terutama setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan perekonomian yang relatif kuat. Federal Reserve dijadwalkan akan menggelar FOMC meeting pada 15-16 September 2026. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat setelah laporan pekerjaan AS menyatakan penambahan 162.000 lapangan kerja pada bulan Agustus. Hal ini juga berdampak pada imbal hasil US Treasury dan menjadi pertimbangan penting bagi pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menegaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum menunjukkan dinamika pasar yang tinggi. Kenaikan harga mingguan tidak menjamin stabilitas jangka pendek, sehingga investor diharapkan untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Liputan6.com

