Kabar meninggalnya Hana Kuraki pada usia 25 tahun mengejutkan publik Jepang. Bintang film dewasa itu ditemukan tidak bernyawa di sebuah apartemen di kawasan Kabukicho, Tokyo, pada Sabtu malam, 12 September 2026.
Hingga Senin, 14 September 2026, penyebab kematian Hana belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian maupun manajemennya. Karena itu, kabar yang menyebut perempuan tersebut mengakhiri hidupnya belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan otoritas.
Kronologi Penemuan Hana Kuraki
Sakito, pemilik klub sekaligus petarung BreakingDown yang berada di sekitar lokasi, menyatakan dirinya bukan orang pertama yang menemukan jasad Hana. Ia datang setelah menerima telepon dari seorang teman Hana yang lebih dulu menemukan korban di apartemen tersebut.
Setelah tiba di lokasi, Sakito membantu menangani situasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dalam pernyataan yang dikutip Tokyo Reporter pada Minggu, 13 September 2026, ia menyampaikan kesedihannya atas kabar tersebut.
“Saya sangat sedih dan hancur mengetahui meninggalnya Hana Kuraki. Saya menyampaikan duka cita yang mendalam,” tulis Sakito.
Belum ada keterangan yang menjelaskan secara resmi bagaimana Hana meninggal atau apakah ada pihak lain yang terlibat. Informasi mengenai kondisi di apartemen dan hasil pemeriksaan kepolisian juga belum disampaikan dalam laporan yang tersedia.
Cedera dan Klaim yang Beredar
Beberapa bulan sebelum ditemukan meninggal, Hana sempat mengumumkan hiatus dari aktivitas hiburan. Pada Juni 2026, ia menyebut mengalami cedera serius pada bagian wajah dan rahang akibat kecelakaan lalu lintas.
Informasi mengenai cedera itu kembali menjadi perhatian setelah sejumlah klaim beredar di internet dengan versi berbeda dari keterangan kecelakaan lalu lintas. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Sejumlah sumber anonim di internet menuding cedera Hana berkaitan dengan dugaan kekerasan yang melibatkan host Kabukicho bernama Shota Taira. Salah satu klaim menyebut Hana diduga terseret mobil Maybach ketika berusaha masuk ke kendaraan.
Selain itu, beredar pula dokumen daring yang diklaim berkaitan dengan penyelesaian perkara dan permintaan maaf. Namun, dokumen serta tudingan tersebut belum dinyatakan terbukti dan belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi hubungan antara dugaan kekerasan itu dan kematian Hana.
Dengan penyebab kematian yang masih belum diumumkan, berbagai informasi mengenai kasus tersebut tetap perlu diperlakukan sebagai klaim sampai otoritas menyampaikan hasil penyelidikan secara resmi.

