Monday, October 12, 2026
HomeBeritaMenlu: RI Sumbang Rp21,5 Miliar untuk Pengungsi Palestina

Menlu: RI Sumbang Rp21,5 Miliar untuk Pengungsi Palestina

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia akan kembali memberikan kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp21,5 miliar kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Komitmen tersebut disampaikan dalam forum tingkat menteri untuk mendukung UNRWA di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Kamis (24/9) waktu setempat.

Dalam forum itu, Sugiono menegaskan dukungan Indonesia terhadap UNRWA tetap berjalan meski badan PBB tersebut menghadapi tekanan besar. Ia juga mengajak negara-negara lain meningkatkan bantuan agar UNRWA dapat mempertahankan mandatnya dalam membantu para pengungsi Palestina.

Indonesia lanjutkan kontribusi tahunan

“Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten, dan tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan kami sebesar 1,2 juta Dolar AS kepada UNRWA. Kami mendorong pihak-pihak lain untuk meningkatkan dukungan mereka,” ujar Sugiono.

Kontribusi itu disebut sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk terus mendukung kerja UNRWA. Menurut Sugiono, badan tersebut masih membutuhkan dukungan untuk menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya, terutama ketika tekanan terhadap operasionalnya terus berlangsung.

Sugiono menyampaikan, jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuan UNRWA. Karena itu, ia menilai keberlangsungan kerja badan tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan politik, tetapi juga pada tersedianya pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi.

Soroti tekanan terhadap fasilitas UNRWA

Salah satu persoalan yang disoroti Sugiono adalah pendudukan pusat pelatihan milik UNRWA di Yerusalem. Ia menilai tindakan tersebut menghambat operasi badan PBB itu sekaligus melanggar prinsip bahwa fasilitas PBB tidak dapat diganggu-gugat berdasarkan hukum internasional.

“Hal ini menghambat operasi badan tersebut dan melanggar prinsip tidak dapat diganggu-gugatnya fasilitas PBB di bawah hukum internasional,” tutur Sugiono.

Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Sugiono meminta agar UNRWA dapat melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif, sementara personel serta fasilitas badan tersebut memperoleh perlindungan.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. UNRWA harus dapat melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya. Personel dan fasilitasnya harus dilindungi, sementara pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi harus dijamin untuk badan tersebut,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Sugiono memastikan Indonesia akan tetap mendukung UNRWA dan mandat yang diberikan kepadanya. “Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang dipercayakan kepadanya,” pungkasnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer