Friday, October 9, 2026
HomeCryptoPeretas Korut Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp6,29 T Terdampak

Peretas Korut Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp6,29 T Terdampak

Bursa kripto Bitget sedang menyelidiki pelanggaran keamanan yang diduga menyebabkan aset digital senilai hingga US$351,6 juta atau sekitar Rp6,29 triliun berpindah secara tidak sah. CEO Bitget Gracy Chen mengatakan, bukti awal mengarah pada kemungkinan keterlibatan peretas asal Korea Utara.

Dalam keterangan yang dikutip CNBC pada Jumat (25/9/2026), Chen menyebut tim penyelidik menemukan alamat protokol internet (IP) yang terhubung dengan layanan virtual private network (VPN) yang sebelumnya pernah digunakan kelompok peretas Korea Utara.

“Pola serangan itu juga menyerupai operasi sebelumnya yang dikaitkan dengan negara itu,” ujar Chen.

Transfer tidak sah terdeteksi dari hot wallet dan warm wallet

Bitget mendeteksi aktivitas tersebut pada Kamis sore waktu Amerika Serikat. Sebanyak 19 transfer tidak sah ditemukan berasal dari bagian infrastruktur hot wallet dan warm wallet milik bursa. Sementara itu, cold wallet Bitget disebut tetap aman.

Hot wallet dan warm wallet merupakan bagian dari sistem penyimpanan aset yang terhubung atau lebih dekat dengan sistem operasional bursa, sedangkan cold wallet tidak terhubung langsung ke jaringan. Dalam kasus ini, aset dari sejumlah jaringan blockchain terdampak, termasuk Ethereum, XRP Ledger, Avalanche, BNB Smart Chain, dan Arbitrum.

Aset yang terlibat mencakup Ether, XRP, USDT, USDC, Avalanche, dan BNB. Berdasarkan estimasi awal data on-chain, nilai aset yang keluar mencapai sekitar US$183 juta atau Rp3,27 triliun, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.890.

Namun, Bitget menyatakan angka tersebut belum mencakup aktivitas pada seluruh jaringan blockchain yang terdampak. Karena itu, nilai kerugian atau aset yang terpengaruh dalam penyelidikan sementara diperkirakan mencapai US$351,6 juta. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp6,29 triliun menggunakan asumsi kurs yang sama.

Sistem backend dompet dimanipulasi

Tim keamanan Bitget menduga penyerang memperoleh akses ke sistem backend dompet yang memiliki fungsi penting. Akses itu kemudian digunakan untuk memanipulasi informasi transfer dan memicu proses penandatanganan otorisasi dari sistem Bitget.

Chen mengatakan metode intrusi yang digunakan masih diperiksa melalui penyelidikan teknis. Dengan kata lain, mekanisme spesifik yang memungkinkan penyerang menembus sistem belum dipastikan.

Meski demikian, Bitget menyatakan pelanggaran tersebut telah berhasil diatasi. Langkah itu disebut mencegah terjadinya pengeluaran aset tambahan secara tidak sah. Chen juga menegaskan bahwa kemungkinan kompromi terhadap kunci privat telah dikesampingkan.

“Kemungkinan adanya kompromi pada kunci privat (private key) telah dikesampingkan,” kata Chen.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer