Monday, October 12, 2026
HomeCryptoBank Sentral Eropa Desak Aturan Kripto Lebih Ketat

Bank Sentral Eropa Desak Aturan Kripto Lebih Ketat

Bank-bank sentral Eropa mendorong agar larangan pemberian bunga atas stablecoin diperluas, termasuk terhadap skema layanan yang dinilai dapat menghasilkan efek ekonomi serupa. Dorongan itu muncul di tengah perbedaan pendekatan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam mengatur aset kripto yang dirancang untuk menjaga kestabilan nilai.

Stablecoin merupakan aset kripto yang biasanya mematok nilainya pada dolar AS. Karena karakter tersebut, stablecoin dipandang berbeda dari aset kripto yang harganya berfluktuasi secara tajam. Namun, aturan mengenai imbalan bagi pemegang stablecoin kini menjadi salah satu titik perdebatan dalam penyusunan kebijakan kripto.

ECB minta celah aturan ditutup

Melalui tanggapannya, Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan bahwa pemberian imbalan bunga atas stablecoin harus tetap dilarang. “Pemberian imbalan bunga atas stablecoin harus tetap dilarang,” demikian bunyi tanggapan tersebut.

Larangan itu telah tercantum dalam kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Aturan tersebut melarang penerbit maupun bursa kripto memberikan imbalan bunga secara langsung atas stablecoin.

Namun, perhatian bank-bank sentral Eropa tidak hanya tertuju pada pembayaran bunga secara langsung. Mereka menyoroti berbagai upaya yang berpotensi mengakali ketentuan MiCA melalui layanan tambahan atau aktivitas yang belum tercakup secara tegas dalam aturan.

Dalam tanggapannya, ECB mencatat bahwa sejumlah bursa menawarkan layanan pinjam-meminjam dan staking kripto. Layanan tersebut dinilai dapat mereplikasi efek ekonomi dari pembayaran bunga, meskipun imbalan itu tidak diberikan dalam bentuk bunga secara langsung.

Bank-bank sentral Eropa ingin larangan tersebut mencakup aktivitas-aktivitas semacam itu. Mereka juga mendorong pembatasan terhadap bentuk imbalan tidak langsung, termasuk manfaat tertentu yang diberikan melalui program loyalitas. Perluasan ketentuan ini disebut sebagai “prioritas legislatif yang jelas”.

Pendekatan Amerika Serikat berbeda

Amerika Serikat mengambil arah kebijakan yang berbeda. Undang-undang GENIUS 2025 melarang penerbit stablecoin di negara tersebut memberikan bunga kepada pemegang aset. Akan tetapi, aturan itu masih memungkinkan bursa menawarkan imbalan.

Perbedaan perlakuan antara penerbit dan bursa tersebut kemudian menjadi salah satu isu paling diperdebatkan dalam pembahasan undang-undang CLARITY. Rancangan undang-undang itu merupakan salah satu upaya penting untuk mengatur sektor kripto di Amerika Serikat.

Perdebatan utamanya mencakup pertanyaan apakah celah yang memungkinkan bursa memberikan imbalan perlu ditutup. Isu tersebut menjadi bagian dari perdebatan sengit mengenai rancangan undang-undang CLARITY, yang pada akhirnya gagal memperoleh persetujuan Senat Amerika Serikat pada 15 September karena kekurangan 10 suara.

Dengan posisi tersebut, perbedaan antara pendekatan Eropa dan Amerika Serikat tidak hanya menyangkut apakah bunga boleh dibayarkan oleh penerbit stablecoin, tetapi juga apakah layanan bursa yang memiliki dampak ekonomi serupa harus diperlakukan dengan cara yang sama.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer