Friday, October 9, 2026
HomeCryptoTrader Senior Sebut XRP Koin Bodoh, Tetap Pilih Bitcoin

Trader Senior Sebut XRP Koin Bodoh, Tetap Pilih Bitcoin

Kemampuan XRP untuk digunakan sebagai alat transaksi tidak serta-merta membuat nilai token tersebut meningkat. Pandangan itu disampaikan Brandt yang menilai fungsi pembayaran dan kenaikan nilai aset merupakan dua hal berbeda.

Menurutnya, keberhasilan sebuah aset digunakan dalam transaksi belum cukup untuk menjadi alasan bahwa aset tersebut harus mengalami apresiasi. Ia membandingkan XRP dengan dolar Amerika Serikat yang telah lama digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi, tetapi fungsi tersebut tidak otomatis membuat masyarakat berharap nilai dolar terus meningkat.

“Sekadar karena sesuatu dapat digunakan dalam transaksi, bukan berarti secara otomatis nilainya harus menjadi lebih tinggi,” ujar Brandt.

Penggunaan XRP dan nilai ekonomi

Brandt menilai isu utama yang perlu dijawab dalam kasus XRP bukan hanya apakah token itu dapat dipakai untuk transaksi. Pertanyaan yang lebih penting, menurut dia, adalah kapan penggunaan tersebut mulai menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi XRP.

Dengan kata lain, aktivitas transaksi saja belum dipandang cukup untuk menjelaskan peningkatan nilai token. Harus ada hubungan yang lebih jelas antara pemanfaatan XRP dalam transaksi dan manfaat ekonomi yang benar-benar diterima atau tercermin pada aset tersebut.

Pandangan itu membuat Brandt membedakan cara menilai aset kripto berdasarkan kegunaannya. Ia menilai aset yang dirancang atau digunakan untuk transaksi, seperti XRP, tidak semestinya dianalisis memakai dasar valuasi yang sama dengan aset yang lebih berfokus pada penyimpanan nilai.

Dalam kerangka tersebut, Bitcoin ditempatkan sebagai aset penyimpan nilai. XRP berada dalam kelompok aset yang berorientasi pada transaksi, sedangkan Ethereum dianggap memiliki karakter berbeda karena jaringannya dapat digunakan sebagai tempat untuk membangun beragam aplikasi.

Pandangan terhadap Ethereum, Solana, dan Bitcoin

Brandt memberikan penilaian yang lebih positif terhadap Ethereum dan Solana dibandingkan XRP. Ia menyebut Ethereum sebagai “aset yang bagus” serta menilai Ethereum dan Solana memiliki potensi untuk mencapai level yang lebih tinggi.

Penilaian tersebut tidak berarti Brandt menempatkan kedua aset itu sebagai pilihan utama dalam portofolio kriptonya. Di antara aset-aset yang dibahas, ia mengatakan lebih memilih Bitcoin sebagai aset utama untuk portofolio kripto.

Pernyataan Brandt menggambarkan adanya perbedaan pendekatan dalam menilai aset kripto: fungsi transaksi, kemampuan menjadi infrastruktur aplikasi, dan peran sebagai penyimpan nilai tidak dapat diperlakukan sebagai dasar penilaian yang sama. Bagi XRP, tantangan utamanya adalah menunjukkan bagaimana penggunaan dalam transaksi dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang nyata bagi token tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer