Qualcomm disebut tengah menyiapkan penerus chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen 6 dengan target kecepatan clock hingga 5,4 GHz. Chip yang masih menggunakan nama kode “Honu” itu diperkirakan membawa peningkatan performa single-core, tetapi lonjakannya diyakini belum akan terlalu besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Target 5,4 GHz dengan peningkatan performa terbatas
Chip tersebut diduga akan dipasarkan sebagai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 7 dengan nomor model SM8A75. Menurut informasi yang beredar, Qualcomm masih mengandalkan proses fabrikasi 2nm N2P milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), sama seperti yang digunakan pada generasi sebelumnya.
Dengan node produksi yang sama, Qualcomm kabarnya ingin mendorong frekuensi kerja chip baru itu ke kisaran 5,3–5,4 GHz. Fokus utama peningkatan tersebut berada pada performa single-core, yang biasanya berpengaruh terhadap respons perangkat dan kemampuan menjalankan sejumlah tugas yang bergantung pada satu inti pemrosesan.
Meski clock speed-nya lebih tinggi, skor Geekbench 6 dari calon chipset tersebut diperkirakan hanya meningkat kurang dari 10 persen. Angka itu menunjukkan bahwa kenaikan frekuensi belum tentu menghasilkan peningkatan performa yang sebanding secara keseluruhan.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 7 juga disebut memiliki konsumsi daya single-core yang tidak jauh berbeda dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Sebagai pembanding, chip generasi sebelumnya memiliki clock speed 5,0 GHz. Jika informasi ini akurat, Qualcomm tampaknya berupaya menaikkan kecepatan pemrosesan tanpa meningkatkan kebutuhan daya secara signifikan.
Masih belum ada informasi performa multi-core
Informasi yang beredar sejauh ini baru menyinggung kinerja single-core. Belum diketahui bagaimana performa chip tersebut ketika seluruh core digunakan secara bersamaan. Konsumsi daya dalam skenario multi-core juga belum diungkap, sehingga kemampuan dan efisiensi sebenarnya masih belum dapat dinilai secara menyeluruh.
Keputusan untuk tetap memakai proses N2P TSMC mengindikasikan bahwa Qualcomm kemungkinan lebih mengandalkan penyempurnaan arsitektur dan peningkatan clock speed, bukan perpindahan ke teknologi fabrikasi yang lebih baru. Penggunaan node yang sama juga berpotensi membantu menahan kenaikan biaya produksi agar tidak terlalu besar.
Namun, TSMC disebut akan mulai mengalihkan kapasitas produksinya ke proses 1,4nm. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks dalam perkiraan bahwa Qualcomm masih mempertahankan node N2P untuk chipset flagship yang sedang disiapkan.
Seluruh informasi mengenai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 7 atau SM8A75 itu masih berstatus rumor. Qualcomm belum mengonfirmasi nama produk, spesifikasi final, hasil performa, konsumsi daya, maupun jadwal peluncurannya. Karena itu, kemampuan nyata chip dengan nama kode “Honu” tersebut masih menunggu pengumuman resmi perusahaan.

