Friday, October 9, 2026
HomeBeritaFIFA Tuduh UEFA Sebar Misinformasi soal Penjualan Piala Dunia

FIFA Tuduh UEFA Sebar Misinformasi soal Penjualan Piala Dunia

FIFA meminta Pengadilan Distrik Selatan Florida menolak permohonan UEFA untuk membuka dokumen terkait Fifa Forward Enterprise (FFE), proyek yang dirancang untuk menjual saham atau hak kepemilikan atas Piala Dunia dan sejumlah kompetisi besar kepada investor swasta. Perseteruan hukum ini memperuncing konflik antara dua badan sepak bola tersebut sekaligus menambah tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam dokumen pembelaannya yang diajukan pekan ini, FIFA menuduh UEFA menjalankan kampanye misinformasi yang tidak berdasar. Federasi sepak bola dunia itu menyatakan tuduhan terhadap Infantino tidak memiliki pijakan hukum maupun bukti yang memadai. FIFA juga menilai permintaan UEFA untuk memperoleh dokumen proyek FFE terlalu luas dan tidak spesifik.

UEFA Soroti Dugaan Keuntungan Pribadi

UEFA sebelumnya mengajukan langkah hukum di Amerika Serikat untuk memaksa FIFA mengungkap bukti mengenai FFE, proyek yang kini telah ditangguhkan. Dalam pengajuan tersebut, UEFA memperingatkan akan mengajukan pengaduan kriminal resmi di Swiss.

Asosiasi sepak bola Eropa itu menuduh Infantino melakukan salah kelola yang berpotensi mengarah pada pelanggaran pidana demi keuntungan pribadi. UEFA juga mengklaim proposal FFE mempromosikan harga di bawah pasar yang dianggap curang dan menguntungkan sang presiden FIFA.

Rencana tersebut sempat memicu penolakan ketika pertama kali terungkap kepada publik. Pihak-pihak yang menentang proyek itu menilai privatisasi hak siar dan aset Piala Dunia dapat merusak ekosistem sepak bola global secara permanen. Infantino sebelumnya bersikeras bahwa skema tersebut semata-mata ditujukan untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi pengembangan olahraga.

FIFA Sebut Gugatan UEFA Tidak Berdasar

FIFA membantah seluruh tuduhan tersebut dan meminta pengadilan Florida menolak permohonan pengungkapan dokumen dari UEFA. Dalam berkas pembelaannya, perwakilan hukum FIFA menulis, “Tanpa dasar apa pun, UEFA berasumsi bahwa Tuan Infantino berusaha mengambil keuntungan pribadi dari proposal FFE.”

FIFA menambahkan, “Tuduhan UEFA bahwa Tuan Infantino melanggar hukum atau prinsip etis apa pun secara kategoris sama sekali tidak terbukti.” Federasi itu juga menyebut manuver hukum UEFA sebagai tindakan dengan iktikad buruk yang dirancang untuk melecehkan reputasi FIFA dan pemimpinnya.

Untuk mendukung posisinya, FIFA merujuk pada sejumlah putusan pengadilan di distrik lain yang disebut pernah menolak permohonan penemuan dokumen dengan cakupan terlalu luas dan tidak cukup spesifik.

Tekanan Internal Menjelang Pemilihan FIFA

Desakan untuk membuka dokumen FFE juga muncul dari internal FIFA. Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sekaligus Wakil Presiden FIFA, Debbie Hewitt, secara terbuka meminta Infantino merilis seluruh dokumen terkait proyek tersebut. Hewitt juga menyerukan tinjauan independen menyeluruh untuk memulihkan kepercayaan publik.

Sejumlah sumber internal menyatakan bahwa FIFA semestinya mempercepat proses hukum dan membuka akses dokumen jika memang tidak ada informasi bermasalah yang disembunyikan. Menurut mereka, penolakan FIFA justru memperkuat oposisi yang kini didominasi tiga konfederasi besar dan menuntut Infantino mengundurkan diri.

Konflik ini diperkirakan meningkatkan ketegangan menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Para penantang Infantino memiliki waktu hingga 18 November untuk mengajukan kandidat alternatif yang dinilai kredibel.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer