Friday, October 9, 2026
HomeLifestyleBuntut Cekcok Rp10 Ribu, Billy Syahputra Ngamuk Wajah Anak Disebar

Buntut Cekcok Rp10 Ribu, Billy Syahputra Ngamuk Wajah Anak Disebar

Persoalan antara Billy Syahputra dan pengelola Warung Dreamland di kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Bali, kembali memanas. Kali ini, presenter sekaligus komedian tersebut mempersoalkan penyebaran video yang menampilkan wajah anaknya tanpa sensor.

Keberatan itu disampaikan Billy melalui Instagram Story di akun pribadinya. Ia mengunggah tangkapan layar klarifikasi dari manajemen Warung Dreamland yang sebelumnya beredar di media sosial. Billy menilai penyebaran rekaman tersebut telah menyentuh ranah privasi anak, terlepas dari polemik mengenai penggunaan fasilitas toilet dan bilas di lokasi.

Billy Minta Rekaman CCTV Ditampilkan Utuh

Dalam unggahannya, Billy juga mempertanyakan cara pengelola menampilkan rekaman CCTV untuk menjelaskan insiden yang terjadi. Ia meminta video tersebut dipublikasikan secara lengkap agar kronologi kejadian dapat dilihat secara menyeluruh, bukan hanya melalui potongan tertentu.

“Nanti saya akan membahas management g*k ini, apalagi keluarin video anak saya tanpa di-blur dan keluarin video CCTV-nya jangan setengah-setengah dong,” tulis Billy dalam Instagram Story, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Reaksi itu muncul setelah sebelumnya terjadi cekcok antara Billy dan pihak pengelola. Persoalan awal berkaitan dengan penggunaan fasilitas toilet atau bilas, termasuk pembayaran yang dalam pemberitaan sebelumnya disebut menyangkut tagihan Rp10 ribu. Namun, bagi Billy, penyebaran video yang memperlihatkan wajah anaknya menjadi persoalan tersendiri yang membuatnya kembali melayangkan protes.

Versi Pengelola soal Aturan Pembayaran

Dalam klarifikasinya, manajemen Warung Dreamland menjelaskan bahwa pembayaran di muka untuk fasilitas bilas atau mandi merupakan aturan yang berlaku bagi pengunjung. Kebijakan itu, menurut pengelola, diterapkan untuk mencegah pengunjung memakai fasilitas lalu meninggalkan lokasi tanpa membayar.

Manajemen juga menyampaikan versi berbeda mengenai jumlah uang yang dibayarkan rombongan Billy. Mereka menyebut pembayaran tersebut tidak sesuai dengan tarif yang ditetapkan berdasarkan jumlah orang yang menggunakan fasilitas.

Selain masalah pembayaran, pengelola mengungkapkan bahwa Billy sempat ditegur petugas karena memandikan anaknya di wastafel, bukan di dalam bilik toilet yang telah disediakan. Keterangan itu menjadi bagian dari penjelasan manajemen mengenai awal mula perselisihan di lokasi.

Pihak Warung Dreamland turut membantah dugaan bahwa petugas mendorong Billy. Mereka mengklaim memiliki rekaman CCTV yang dapat digunakan untuk menjelaskan kejadian tersebut. Menurut manajemen, Billy justru lebih dahulu menunjukkan sikap keras ketika menerima teguran dari petugas.

Hingga persoalan itu kembali disorot, kedua pihak masih memiliki versi berbeda mengenai kejadian di lokasi. Billy menitikberatkan protesnya pada penyebaran wajah anak tanpa pemburaman serta meminta rekaman CCTV ditampilkan secara utuh, sedangkan pengelola mempertahankan klarifikasi mengenai aturan fasilitas, pembayaran, dan kronologi cekcok.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer