Thursday, April 16, 2026
HomeEkonomiPendapatan EV Segmen Meningkat di 2026: VKTR Proyeksi Penopang

Pendapatan EV Segmen Meningkat di 2026: VKTR Proyeksi Penopang

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), produsen kendaraan listrik, memproyeksikan peningkatan pendapatan dari segmen kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh penyelesaian proyek Transjakarta yang menyisakan 30 unit pada awal tahun 2026. Chief Executive Officer (CEO) VKTR, Ardiansyah Bakrie, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengirimkan 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta pada akhir 2025 sebagai bagian dari total pemesanan 80 unit. Selain itu, 30 unit lainnya sudah memasuki tahap perakitan sasis.

Menyusul kesuksesan dalam perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, dan ekspansi portofolio bus dan truk listrik, VKTR menunjukkan peningkatan kinerja baik operasional maupun finansial. Pada awal 2026, VKTR diproyeksikan akan menyediakan total 152 unit bus listrik dari armada bus listrik yang dioperasikan oleh Transjakarta.

Ardiansyah Bakrie juga menegaskan bahwa VKTR berhasil mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik secara konsisten dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, VKTR telah menjual 69 unit kendaraan listrik diantaranya 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan swasta lintas industri. Total penjualan kumulatif kendaraan listrik VKTR mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift hingga akhir tahun 2025.

Selain itu, VKTR telah menerima pesanan pembelian bus listrik dari perusahaan pengembang real estate terkemuka di Jakarta dan pesanan transporter dari perusahaan transportasi antarkota di Malang di awal 2026. Perusahaan juga tengah memproduksi 2 unit shuttle bus listrik untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah dengan target pengiriman pada akhir kuartal kedua tahun 2026. Pada sisi keuangan, VKTR mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,08 triliun pada tahun 2025. Total aset perusahaan tumbuh 11,8 persen menjadi Rp1,79 triliun di 2025 didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer