Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana pembangunan proyek penyimpanan cadangan minyak mentah oleh swasta bekerja sama dengan perusahaan asing dan domestik. Menurut Bahlil, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian khusus terhadap cadangan minyak mentah dan BBM Indonesia yang hanya mampu bertahan selama 20-25 hari, sehingga proyek ini dijamin akan segera dilaksanakan.
Bahlil menegaskan bahwa pembangunan storage merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk mengakomodasi peralihan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sejumlah investasi sudah disiapkan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, namun bukan dari AS. Hal ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak mentah guna memenuhi standar internasional yang menetapkan cadangan minimal selama 90 hari.
Dengan adanya pembangunan storage ini, diharapkan cadangan energi nasional bisa mencapai 90 hari, sehingga Indonesia dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian pasokan energi di masa depan. Uji kelayakan untuk proyek ini sedang berlangsung dan diharapkan pembangunan dapat dimulai pada tahun ini di wilayah Sumatera. Langkah-langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak dari luar negeri.

