Kapal-kapal kargo milik Pertamina International Shipping (PIS) terjebak di Selat Hormuz akibat diblokade oleh Iran. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mencatat bahwa dari empat kapal, dua di antaranya berhasil melanjutkan operasionalnya yaitu Paragon dan Rinjani. Sementara dua kapal lain, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di dalam teluk. Fokus utama saat ini adalah keselamatan kru dan kargo yang diangkut, dengan Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina melakukan diversifikasi sumber pasokan energi, tidak hanya bergantung pada Timur Tengah, tetapi juga mencari dari Afrika, Amerika, dan negara lainnya. Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak sangat diperlukan agar pelayanan energi untuk masyarakat dapat berjalan lancar dan aman.
PIS terus memantau intensif seluruh posisi armada, kru, dan pekerja secara real-time serta bekerja sama dengan otoritas maritim dan berwenang setempat untuk memastikan keamanan seluruh kapal dan muatan. Dalam situasi yang dinamis dan sensitif ini, dukungan dari masyarakat Indonesia, termasuk rekan-rekan jurnalis, sangat diharapkan untuk keselamatan kru kapal dan pekerja yang bertugas di Timur Tengah.

