PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) sedang berusaha memperkuat ekspansi bisnis mereka setelah mengalami kinerja keuangan negatif pada tahun buku 2025 akibat gangguan operasional akibat cuaca buruk. Perusahaan ini berhasil menandatangani tiga kontrak baru di Indonesia dan Australia sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Menurut Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri tambang global. Perusahaan berfokus pada keunggulan operasional, manajemen biaya dan belanja modal, pengelolaan kas, dan pemulihan kinerja keuangan yang konsisten.
Salah satu kontrak strategis yang berhasil diraih adalah kerja sama jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia di Tambang Tutupan Selatan hingga Desember 2030. Selain itu, BUMA Australia juga memperoleh perpanjangan kontrak di Blackwater Mine dan Goonyella Riverside Mine. Perusahaan juga terus berinvestasi dalam diversifikasi portofolio dengan kepemilikan saham di perusahaan tambang di Australia dan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, pendapatan BUMA mencapai US$1,48 miliar, mencerminkan penurunan sebesar 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan langkah-langkah ekspansi dan diversifikasi ini, PT BUMA Internasional Grup Tbk berusaha untuk menghadapi tantangan dan memperkuat posisinya di industri tambang global.

