Pemerintah Indonesia mengungkapkan bahwa ada tiga negara yang meminta impor pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz, menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai produsen global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum merinci negara-negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung, dengan harapan kesepakatan nantinya dapat memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia. Langkah tersebut merupakan kebijakan visioner Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global. Meskipun harga urea global naik, Indonesia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Indikasi ekspor pupuk urea dari Indonesia masih berlangsung dalam menghadapi keterbatasan pasokan di beberapa negara tetangga akibat penutupan Selat Hormuz. Selain itu, ekspor pupuk urea Indonesia juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Australia, India, dan Filipina. Dengan kapasitas produksi nasional mencapai 8,8 juta ton, Indonesia siap membantu negara-negara tetangga dalam menjaga ketersediaan pupuk urea.

