Achmad Nur Zani, seorang disabilitas asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memiliki keahlian dalam modifikasi sepeda motor roda dua menjadi roda tiga setelah mengalami amputasi kaki kiri akibat kecelakaan pada tahun 2015. Meskipun awalnya bekerja sebagai sopir bus, kecelakaan yang dialaminya mengubah arah hidupnya secara drastis. Selama dua tahun pasca kecelakaan, Zani hanya bisa beristirahat dan aktivitasnya terbatas hanya pada mengantarkan anak ke sekolah. Namun, dukungan dari rekan-rekan disabilitas dan keluarganya mendorongnya untuk bangkit.
Pada tahun 2019, Zani mulai memodifikasi sepeda motornya menjadi roda tiga untuk memudahkan aktivitasnya di luar rumah. Meskipun awalnya modifikasi dilakukan untuk kebutuhan pribadi, namun banyak teman disabilitas yang tertarik dan memesan modifikasi serupa. Tanpa latar belakang sebagai tukang bengkel, Zani belajar secara otodidak dan fokus pada membantu sesama disabilitas. Meskipun tidak menetapkan harga tetap, biaya modifikasi per motor biasanya berkisar Rp 5,5 juta.
Proses modifikasi sepeda motor roda tiga membutuhkan waktu hingga tiga pekan untuk setiap unit. Zani juga menyediakan layanan pemasangan sespan di samping motor. Sepeda motor roda tiga buatannya memiliki desain yang dapat memasuki gang perkampungan dengan mudah.
Meskipun memiliki pekerjaan lain melipat paperbag, Zani berkomitmen untuk terus mengerjakan modifikasi sepeda motor roda tiga guna membantu rekan disabilitasnya. Dalam setahun, ia mampu mendapatkan hingga enam unit orderan modifikasi. Salah satu pelanggannya, Khalimi, mengaku sering servis di bengkel Zani karena memiliki kendala kesehatan yang membuatnya lebih nyaman menggunakan sepeda motor roda tiga. Keberhasilan Zani dalam membantu rekan disabilitasnya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, menunjukkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi cobaan hidup.

