Tuesday, June 16, 2026
HomeEkonomiMenyaksikan Perjalanan Transisi Energi 3T Kalimantan

Menyaksikan Perjalanan Transisi Energi 3T Kalimantan

Indonesia Berupaya Capai Net Zero Emission Tahun 2060

Jakarta, VIVA – Upaya menekan emisi karbon dan memperluas penggunaan energi bersih di Indonesia telah menjadi fokus utama. Target untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission/NZE) pada tahun 2060 menjadi langkah ambisius dalam transisi energi nasional. Namun, beberapa wilayah penghasil energi masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Pelita Asa: Kisah Masyarakat 3T dalam Transisi Energi

Film dokumenter Pelita Asa mengangkat kisah perjalanan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dalam menghadapi transisi energi dari batu bara menuju energi terbarukan. Fokusnya terletak pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal untuk membangun kemandirian energi.

Dalam film ini, penonton diajak untuk mengenal kehidupan masyarakat di Dusun Donomulyo, Kelurahan Manggar, dan Desa Muara Enggelam di Kalimantan Timur. Ketiga desa tersebut dipilih karena menjadi representasi tantangan besar dalam transisi energi, mulai dari kerusakan lingkungan hingga keterbatasan akses listrik dan gas.

Desa Muara Enggelam: Mengatasi Keterbatasan Akses Energi

Desa Muara Enggelam adalah salah satu contoh wilayah dengan keterbatasan akses energi. Tanpa jalur darat, pembangunan jaringan listrik konvensional sulit dilakukan. Oleh karena itu, masyarakat desa memutuskan untuk mandiri dengan membangun PLTS komunal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

Langkah ini tidak hanya membantu memperluas akses listrik, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di desa. Warga kini dapat menggunakan alat elektronik pada siang hari dan meningkatkan usaha kecil mereka.

Sebagai salah satu pusat industri batu bara nasional, Kalimantan Timur memiliki peran penting. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa provinsi tersebut menjadi kontributor terbesar dalam ekspor batu bara Indonesia dengan nilai mencapai Rp414 triliun.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer