Menteri Luar Negeri AS Tetapkan Geng Ekuador sebagai Organisasi Teroris
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengumumkan keputusan untuk menetapkan geng asal Ekuador, Chone Killers, sebagai organisasi teroris global. Hal ini dilakukan setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk di The Ritz-Carlton Bahrain.
Alasan Penetapan
Keputusan ini didasari oleh rekam jejak kejahatan yang dilakukan oleh geng tersebut, termasuk serangan yang menargetkan warga sipil, petugas penegak hukum, dan pejabat pemerintah. Rubio menyebut bahwa Chone Killers bahkan terlibat dalam pembunuhan pejabat publik tingkat tinggi.
Rubio menjelaskan bahwa negara-negara sekutu, termasuk Ekuador, harus bersama-sama melawan ancaman terorisme global yang dihadapi dunia saat ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat dan menekan aliran pendapatan dari kegiatan kriminal yang merugikan.
Perubahan Status Ekuador
Ekuador, yang dulunya dikenal sebagai salah satu negara teraman di Amerika Selatan, kini tengah berjuang melawan gelombang perdagangan kokain yang merajalela. Berbagai geng kriminal terkait dengan kartel narkoba dari Meksiko dan Kolombia menjadi ancaman serius bagi keamanan negara tersebut.
Presiden Ekuador, Daniel Noboa, yang merupakan sekutu dekat Presiden AS, telah mengambil langkah tegas dalam menangani situasi ini. Mulai dari memberlakukan jam malam hingga mengerahkan militer ke beberapa provinsi untuk memberantas kelompok kriminal terkait.
Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Trump telah menetapkan sejumlah geng dan kartel narkoba Amerika Latin lainnya sebagai organisasi teroris, sebagai upaya untuk memerangi perdagangan narkoba dan kekerasan yang terkait dengannya.

