Pria Diduga Pukul Bocah di Bawah JPO Margonda, Depok
Sebuah kejadian mengerikan terjadi di bawah JPO Margocity, Jalan Margonda, Depok, yang viral di media sosial. Seorang pria diduga memukul dan membenturkan kepala seorang bocah ke tembok pada Senin (6/7) dan langsung ditangani oleh Polres Metro Depok.
Peristiwa Viral di Media Sosial
Dalam video yang menyebar luas, seorang bocah diyakini sebagai korban kekerasan. Kejadian tersebut menjadi sorotan setelah warga di atas JPO melihat insiden itu dan segera menghentikan aksi bejat tersebut.
Salah seorang saksi yang berada di lokasi menceritakan bahwa dirinya bersama teman-teman hendak turun dari JPO Margo City ketika mendengar teriakan di bawah jembatan. Saat melihat kejadian, mereka langsung merekam video sebagai bukti kejadian tragis tersebut.
Penanganan Kejadian
Setelah insiden dihentikan oleh warga, bocah yang menjadi korban diperiksa. Sayangnya, korban mengalami luka di bagian telinga akibat tindakan kekerasan tersebut.
Pelaku awalnya mengaku sebagai “bapak pungut” korban namun ternyata merupakan tetangga korban. Alasannya melakukan tindakan tersebut karena korban dianggap nakal. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Kanit PPA Polres Metro Depok, AKP Tamar Bekti, memastikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan tindak lanjut terhadap video viral tersebut dengan mencari informasi lebih lanjut di tempat kejadian. Mereka juga telah meminta keterangan dari terlapor, korban, dan ibu kandung korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyimpulkan bahwa pelaku bukan bapak pungut korban, melainkan tetangga korban yang mengajak korban untuk mengemis. Tindakan kekerasan tersebut dilakukan karena korban dinilai terlalu aktif saat mengemis.
Meski begitu, hingga saat ini, ibu kandung korban masih enggan untuk membuat laporan polisi. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk membuat surat pernyataan di Polres Metro Depok sebagai langkah tindak lanjut dari kejadian tragis ini.
Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk apakah korban sebelumnya sering diajak mengemis oleh tetangganya.

