Friday, October 9, 2026
HomePolitikApa Itu Kapal Induk? Fungsi dan Peruntukannya

Apa Itu Kapal Induk? Fungsi dan Peruntukannya

Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9), menandai babak baru bagi TNI Angkatan Laut. Kapal perang hibah dari Italia itu akan menjadi kapal induk pertama dalam armada Indonesia dan selanjutnya berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.

Serah terima kapal sekaligus pergantian bendera dari Italia ke Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026 di Tanjung Priok. Sebelum digunakan, kapal dengan nomor lambung C551 tersebut akan menjalani pembenahan fisik dan perbaikan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL.

Kapal induk sebagai pangkalan udara bergerak

Kapal induk bukan sekadar kapal perang berukuran besar. Ciri utamanya terletak pada desain dan fungsi penerbangan yang dimilikinya. Kapal ini dirancang sebagai pangkalan udara bergerak di tengah laut, lengkap dengan dek penerbangan untuk mengoperasikan pesawat dan helikopter.

Di dalamnya terdapat hanggar untuk menyimpan serta merawat wahana udara, fasilitas bahan bakar, sistem pendukung penerbangan, dan sarana untuk mengatur aktivitas lepas landas maupun pendaratan. Pada jenis kapal tertentu, pesawat dapat beroperasi langsung dari dek kapal, bergantung pada rancangan kapal dan karakteristik pesawat yang digunakan.

Dengan kemampuan tersebut, kapal induk dapat membawa wahana udara mendekati wilayah operasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pangkalan di daratan. Angkatan Laut Amerika Serikat mencatat, kapal induk dapat digunakan untuk operasi di laut, serangan, pengamanan maritim, bantuan kemanusiaan, serta penanggulangan bencana.

Berbeda dari fregat, korvet, dan kapal perusak

Fregat, korvet, atau kapal perusak juga dapat membawa helikopter. Namun, kapal-kapal tersebut pada dasarnya tidak dirancang sebagai pangkalan udara terapung. Fungsi penerbangan pada kapal induk justru menjadi bagian utama dari sistem operasinya.

Karena itu, kapal induk kerap dianalogikan sebagai “bandara yang bisa berlayar”. Ukuran dan kapasitasnya pun beragam. Sebagian kapal mampu membawa puluhan pesawat tempur, sedangkan jenis yang lebih kecil lebih banyak digunakan untuk mengoperasikan helikopter atau pesawat dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal maupun jarak pendek.

Dalam penggunaannya oleh Italia, Giuseppe Garibaldi pernah mengoperasikan pesawat tempur AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter. Kapal induk juga biasanya tidak bergerak sendirian, melainkan menjadi bagian dari kelompok kapal perang yang saling memberikan perlindungan dan dukungan.

Arah pemanfaatan KRI Sriwijaya

KRI Sriwijaya tidak serta-merta akan digunakan dengan orientasi yang sama seperti kapal induk negara lain. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal tersebut akan diarahkan untuk mendukung operasi militer selain perang atau OMSP.

Penggunaannya diproyeksikan mencakup penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan. Kapal ini dapat dimanfaatkan sebagai pangkalan terapung bagi helikopter dan drone, sekaligus membawa personel, logistik, serta peralatan yang dibutuhkan di wilayah terdampak.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, kemampuan tersebut dapat membantu ketika akses darat menuju lokasi bencana terputus. Helikopter yang beroperasi dari kapal dapat mengangkut bantuan, mengevakuasi korban, atau mengirim personel ke daerah yang sulit dijangkau.

Setelah masuk ke dalam armada Indonesia, pemanfaatan Giuseppe Garibaldi akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL. Fokusnya diarahkan pada dukungan terhadap helikopter, drone, personel, logistik, serta operasi kemanusiaan dan kebencanaan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer