Friday, October 9, 2026
HomeEkonomiSektor Perkebunan RI Pacu Transformasi dan Nilai Berkelanjutan

Sektor Perkebunan RI Pacu Transformasi dan Nilai Berkelanjutan

Sektor perkebunan nasional didorong untuk tidak berhenti pada upaya memulihkan kinerja perusahaan, tetapi melanjutkan transformasi hingga mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan. Arah tersebut disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, dalam kuliah umum di Universitas Padjadjaran (Unpad) Kampus Jatinangor, Jumat (2/10/2026).

Transformasi dimulai dari fase bertahan

Dalam kuliah umum bertajuk “From Turn Around to Sustainable Value Creation”, Denaldy menjelaskan bahwa transformasi perusahaan berlangsung melalui beberapa tahapan. Fase pertama adalah surviving, yakni memastikan perusahaan tetap mampu beroperasi ketika menghadapi tekanan kinerja dan kerugian.

“Transformasi atau perubahan yang harus kita lakukan itu ada fase-fasenya. Fase yang pertama adalah surviving. Pada saat kita mengalami kerugian, kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dulu. Kita harus bertahan untuk hidup,” ujar Denaldy.

Setelah perusahaan berada dalam kondisi yang lebih stabil, proses dilanjutkan ke tahap fix the fundamental. Tahap ini berfokus pada pembenahan fondasi dan proses bisnis agar perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk membangun pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Denaldy, tahapan transformasi tersebut kemudian diarahkan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam prosesnya, perusahaan tetap harus memperhatikan tiga aspek utama, yakni people, profit, dan planet.

“Hingga membangun pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek people, profit, dan planet,” kata Denaldy dalam keterangannya.

PTPN memperluas mandat komoditas

Selain mengelola komoditas utama seperti kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi, PTPN juga mendapat penugasan untuk mengembangkan sejumlah komoditas pangan lainnya. Komoditas tersebut mencakup bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.

Pengembangan komoditas pangan itu membuka peluang bagi PTPN untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, riset, inovasi, serta pengembangan model bisnis yang dapat menghasilkan nilai tambah.

PTPN III dan Unpad teken nota kesepahaman

Sejalan dengan agenda tersebut, PTPN III dan Universitas Padjadjaran menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan kerja sama itu menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kedua institusi melalui berbagai program. Program tersebut mencakup pengembangan pendidikan, riset, serta kontribusi kepada masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kedua institusi melalui berbagai program yang mendukung pengembangan pendidikan, riset, serta kontribusi kepada masyarakat,” kata Arief.

Ia menambahkan, kerja sama dengan PTPN III juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran dan pengembangan kelembagaan di lingkungan Unpad. Pengalaman transformasi PTPN, menurut Arief, dapat menjadi pembelajaran bagi universitas, terutama dalam membangun institusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer