Friday, October 9, 2026
HomeEkonomiPasokan Beras Cipinang Melimpah, Stok Toko Tembus 50 Ton

Pasokan Beras Cipinang Melimpah, Stok Toko Tembus 50 Ton

Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, berada dalam kondisi melimpah. Pedagang menyebut stok yang tersimpan di masing-masing toko rata-rata telah mencapai lebih dari 50 ton, seiring lancarnya pasokan dari sejumlah sentra produksi.

Anto, pemilik Toko Beras Idolaku di PIBC, mengatakan tingginya persediaan bukan hanya terjadi di tokonya. Pedagang lain di kawasan pasar induk tersebut juga mengalami kondisi serupa.

“Kalau di sini rata-rata sudah di atas 50 ton. Kalau yang lain mungkin tidak berbeda jauh,” ujar Anto saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (2/10).

Pasokan Berasal dari Sentra Produksi Jawa

Menurut Anto, sebagian besar beras yang masuk ke tokonya berasal dari wilayah Pulau Jawa. Indramayu, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah pemasok utama, terutama ketika wilayah tersebut memasuki masa panen.

“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” kata Anto.

Ia menjelaskan, asal pasokan dapat berubah dan menjadi lebih beragam ketika daerah-daerah di luar Jawa mulai memasuki musim panen. Sulawesi, misalnya, berpotensi memasok beras ke PIBC pada periode tersebut.

“Kalau pas lagi panen, itu bisa dari Sulawesi,” ujarnya.

Data di tingkat pedagang itu sejalan dengan pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pada September 2026, Bapanas mencatat rata-rata beras yang masuk ke PIBC mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Secara keseluruhan, stok beras di pasar induk tersebut masih dinilai aman.

Produksi Beras Meningkat

Kelancaran pasokan juga berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga produksi beras sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap kegiatan pertanian. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah potensi dampak El Nino terhadap produksi.

Kementerian Pertanian menjalankan sejumlah langkah mitigasi, antara lain mengoptimalkan pompanisasi, memetakan wilayah yang rawan kekeringan, serta memperkuat produksi padi di berbagai sentra pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi beras pada Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pasokan yang terus masuk dari sentra-sentra produksi, stok tinggi di tingkat pedagang PIBC menjadi salah satu gambaran ketersediaan beras di pasar. PIBC sendiri merupakan salah satu pusat perdagangan beras terbesar di Jakarta.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer