Kepala Badan Pangan Nasional atau Bapanas, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa surplus beras nasional telah meningkat hingga 243,2 persen dalam empat tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator tercapainya swasembada yang dapat memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara kokoh, mandiri, dan berkelanjutan. Amran menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata dari tekad pemerintah dalam melindungi petani sebagai elemen penting dalam upaya percepatan swasembada pangan. Salah satu pencapaian swasembada beras adalah surplus produksi yang mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Menurut kalkulasi Bapanas, surplus produksi beras pada tahun 2025 mencapai 3,52 juta ton, melebihi total kebutuhan konsumsi 31,19 juta ton per tahun. Selain itu, Proyeksi Neraca Pangan Nasional juga menunjukkan lonjakan surplus produksi beras terhadap konsumsi, yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Tidak hanya itu, Amran juga menegaskan bahwa impor untuk Cadangan Beras Pemerintah tidak diperlukan karena hasil petani dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras dalam negeri. Hal ini akan semakin meneguhkan pencapaian swasembada beras di tahun 2025. Selain itu, harga beberapa komoditas seperti cabai, telur, dan daging ayam juga mengalami penurunan, menurut laporan Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Kabar baik ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat terkait ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar.

